Apa to yang dimaksud dengan reog itu. Sebenarnya reog adalah
budaya seni tari yang dapat dikategorikan menjadi dua antara reog wayang dengan
reog ponorogo. Perbedaan ada pada reog ponorogo hanya diperankan oleh beberapa
orang dan mengedepankan atraksi atraksi sejenis sulapan seperti makan beling
bermain api dsb. Sedang utuk reok wayang sendiri lebih memperlihatkan seni
menarinya yang terkadang juga di bumbui oleh sedikit kemistisan dengan
kesurupannya para pemainnya.
Reog Wayang merupakan bentuk reog kreasi baru. Hal yang membedakan kesenian ini dengan tarian reog yang lain adalah tema cerita yang diangkat dalam pementasan tersebut. Reog pada umumnya biasanya menggambarkan cerita perjalanan Prabu Klana Sewandana dari kraton Bantar Angin. Namun dalam pertunjukan Reog Wayang cerita yang diangkat diambil dari nukilan kisah Mahabarata dan Ramayana. Para penaripun tidak mengenakan kostum warok, tetapi menggunakan pakaian tari layaknya yang biasa dikenakan dalam pementasan wayang orang. Sehingga yang nampak adalah perpaduan antara kesenian reog dan sendratari mahabarata/ramayana
Adanya unsur cerita dari Mahabarata dan Ramayana nampak kuat melekat dari para tokoh yang ditampilkan. Ini terlihat adanya tokoh Hanoman, Hanila, Anggada, Suteja, Setyaki, Kumbakarna dan tokoh-tokoh lainnya. Dalam pementasan tersebut menggambarkan dua pasukan yang saling berhadapan sebagai bentuk gambaran peperangan antara kebajikan dan keangkaramurkaan. Dimana dua sisi tersebut selalu menghampiri dalam setiap kehidupan manusia. Namun apabila seseorang selalu berpegang teguh pada kebenaran dan kebajikan tentu akan mengalami kejayaan. Pada akhir cerita digambarkan tentang peperangan antara Kumbakarna dengan pasukan Hanoman dkk.
Reog Wayang merupakan bentuk reog kreasi baru. Hal yang membedakan kesenian ini dengan tarian reog yang lain adalah tema cerita yang diangkat dalam pementasan tersebut. Reog pada umumnya biasanya menggambarkan cerita perjalanan Prabu Klana Sewandana dari kraton Bantar Angin. Namun dalam pertunjukan Reog Wayang cerita yang diangkat diambil dari nukilan kisah Mahabarata dan Ramayana. Para penaripun tidak mengenakan kostum warok, tetapi menggunakan pakaian tari layaknya yang biasa dikenakan dalam pementasan wayang orang. Sehingga yang nampak adalah perpaduan antara kesenian reog dan sendratari mahabarata/ramayana
Adanya unsur cerita dari Mahabarata dan Ramayana nampak kuat melekat dari para tokoh yang ditampilkan. Ini terlihat adanya tokoh Hanoman, Hanila, Anggada, Suteja, Setyaki, Kumbakarna dan tokoh-tokoh lainnya. Dalam pementasan tersebut menggambarkan dua pasukan yang saling berhadapan sebagai bentuk gambaran peperangan antara kebajikan dan keangkaramurkaan. Dimana dua sisi tersebut selalu menghampiri dalam setiap kehidupan manusia. Namun apabila seseorang selalu berpegang teguh pada kebenaran dan kebajikan tentu akan mengalami kejayaan. Pada akhir cerita digambarkan tentang peperangan antara Kumbakarna dengan pasukan Hanoman dkk.
Seperti halnya wayang reog wayang juga mempunyai seorang dalang
yang biasa diperankan oleh penthul dan bedjer. Sedangkan pelakonnya terdiri
dari banyak pemeran yang memerankan tokoh di dalam wayang, Karna penokohan
dalam reog in diambil dari para tokoh wayang yang berasal dari negeri hindustan
sana,seperti dalam cerita ramayana ataupun mahabarata.Ditambah dengan satria
bertopeng atau yang sering disebut barongan lebih kerennya. Pada perlombaan
biasanya yang di nilai dari tingkat kekompakan penari nya, riasan wajah pada
penarinya, dan skil individu si pelakon sendiri. Di yogyakarta ada banyak group
reog wayang diantarany yang sudah agak besar KRIDO BEKSO yang ber alamatkan di
srandakan dan MUDO PRAKOSO yang beralamatkan di paker bambanglipuro
bantul.Reog Wayang memang sekarang sudah jarang dimainkan,dahulu saat masih kecil saya
ingat kalau Reog Wayang rutin diselenggarakan
Tapi frekuensi pengunjung benar-benar beda,kalau dulu ramenya bisa membuat lapangan terisi penuh,mungkin sekarang hanya seperempatnya.Lama-lamakesenian tradisional seperti Reog Wayang memang terkikis oleh perkembangan zaman,sekarang pertunjukkan ini seperti sudah menjadi langka,serta tidak bisa dipungkiri masyarakat sekarang lebih suka menonton hiburan modern saat ini.Haltersebut me
mbuat salah satu tontotan kesenian tradisional semakin tenggelam,mungkin sudah
banyak kesenian tradisional yang terlupakan.Apakah salah satu kekayaan budaya
kita ini akan hilang di masa depan nanti y?Tapi frekuensi pengunjung benar-benar beda,kalau dulu ramenya bisa membuat lapangan terisi penuh,mungkin sekarang hanya seperempatnya.Lama-lamakesenian tradisional seperti Reog Wayang memang terkikis oleh perkembangan zaman,sekarang pertunjukkan ini seperti sudah menjadi langka,serta tidak bisa dipungkiri masyarakat sekarang lebih suka menonton hiburan modern saat ini.Haltersebut me
Totok Ari ( Paker)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar